Jakarta, Vospol.com – Densus 88 Antiteror Polri berhasil menangkap sepuluh terduga teroris di wilayah Solo Raya pada Kamis (25/1), dalam upaya meningkatkan keamanan menjelang pelaksanaan Pemilu 2024. Juru Bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar, mengonfirmasi kegiatan tersebut melibatkan operasi di Kabupaten Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, dan Kota Surakarta.
“Iya benar ada kegiatan dari Densus 88 (di Solo Raya),” kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar. saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.
Dari hasil penangkapan ini, satu terduga teroris berhasil diamankan di Karanganyar, tiga orang di Boyolali, lima orang di Sukoharjo, dan seorang di Surakarta. Meskipun Aswin belum mengungkapkan detail peran dan jaringan para terduga teroris, tim Densus 88 sedang melakukan pemeriksaan intensif terhadap mereka.
“Penyidik masih bekerja di lapangan. Mohon waktu, nanti kami update melalui Humas Polri,” ungkap Aswin.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memberikan perintah kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aksi terorisme selama pelaksanaan Pemilu 2024. Listyo menegaskan bahwa pencegahan serangan teror harus menjadi fokus utama pengamanan Pemilu, merujuk pada enam aksi serangan teror yang terjadi pada Pemilu 2019.
“Terorisme harus menjadi perhatian serius. Pada penyelenggaraan Pemilu 2019 terdapat 6 aksi serangan teror dan ini tidak boleh terjadi di Pemilu 2024,” tegasnya.
Listyo juga meminta agar jajarannya dapat mengantisipasi peningkatan eskalasi serangan setelah perang antara Palestina dan Israel. Upaya preventive strike diharapkan dapat optimal untuk menangkap para pelaku teror sebelum mereka melancarkan aksi, sehingga dapat memastikan keamanan tanpa adanya insiden selama Pemilu 2024.









