JAKARTA, Vospol.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan pencapaian positif pada bisnis emas dan haji di kuartal pertama tahun ini. Keduanya bakal menjadi fokus bisnis utama BSI sepanjang 2025.
Direktur Keuangan dan Strategi BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan bahwa bisnis emas dan haji akan menjadi fokus BSI pada tahun 2025 dengan super app Byond by BSI sebagai kendaraan utamanya.
Ade menjabarkan, “Bisnis pembiayaan emas BSI tumbuh 80% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal pertama tahun ini. Selain itu, bisnis gadai emasnya juga tumbuh hampir 50% YoY.” Ia menambahkan bahwa jumlah rekening emas BSI hingga saat ini tercatat sebesar 140 ribu (YtD) rekening.
“Bahkan yang membeli emas secara cicil itu hampir 170% YoY pertumbuhannya,” ujar Ade dalam paparan kinerja BSI, Rabu (30/4).
Ade mengungkapkan, fokus pada bisnis emas ini bukan semata karena pamor emas yang tengah naik, tetapi juga karena masih banyak potensi dari nasabah BSI. “BSI melihat dari total 22 juta nasabah BSI, baru sekitar 600 ribu nasabah yang terpapar dengan produk emas. Bahkan penabung emas di bullion bank BSI baru sebesar 120 ribu nasabah,” kata Ade.
Selain emas, fokus bisnis BSI berikutnya adalah tabungan haji. Ade menyebut bahwa jumlah pendaftar haji per Maret 2025 tembus 111 ribu.
Ini menurut Ade merupakan potensi bisnis yang menarik. Ia mengatakan, “Dari 243 juta penduduk Indonesia, baru sekitar 11 juta yang memiliki rekening tabungan haji.”
“Jadi kalau dalam sebulan saja bisa 100 ribuan, berarti setahun BSI mungkin at least bisa menambah jumlah rekening haji sekitar 1,2 juta sampai 1,5 juta per tahunnya,” taksir Ade.
BSI juga mendorong umat muslim untuk membuka tabungan haji sedini mungkin, mengingat antrean haji yang terus bertambah.
Ke depan, BSI akan memanfaatkan ekosistem digital untuk mempermudah proses menabung dan pendaftaran haji.
“Kita merasa selama ini mungkin prosesnya bisa diperbaiki sehingga proses pendaftarannya bisa semakin mudah dengan memanfaatkan digital platform yang kita punya,” pungkas Ade.








