Aktivis Muda Menilai Tak Ada Dampak Positif dari Kepemimpinan Fauzi untuk Kepulauan

Waketum DPP GMPRI, Irfan Maftuh.

SUMENEP, Vospol.com – Irfan Maftuh, seorang aktivis muda asal Pulau Pagerungan Kecil, mengingatkan masyarakat kepulauan untuk lebih cermat dalam memilih pemimpin pada Pilkada Sumenep yang akan digelar pada 27 November mendatang.

Pilkada Sumenep 2024 akan diikuti oleh dua pasangan calon (paslon), yaitu KH. Ali Fikri-KH. Unais Ali Hisyam (FINAL) dan petahana Achmad Fauzi Wongsojudo-KH. Imam Hasyim (FAHAM).

Dalam pernyataannya, Maftuh menekankan pentingnya masyarakat untuk meneliti rekam jejak para calon pemimpin yang akan bertarung.

“Masyarakat harus kroscek kembali rekam jejak calon pemimpin Pilkada 2024,” ujarnya kepada vospol.com pada Rabu (13/11/2024).

Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Jakarta itu secara tegas mengkritik kepemimpinan Fauzi selama periode 2021-2024, yang dinilai tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat kepulauan.

“Saya kira masyarakat Pagerungan Kecil sudah pada pinter dan paham bagaimana seorang Fauzi ketika memimpin Sumenep kemarin. Tidak ada dampak positif dari kebijakan Achmad Fauzi untuk masyarakat pulau-pulau, khususnya Pulau Pagerungan Kecil, yang masih tertinggal dalam hal pendidikan, kesejahteraan, dan penerangan listrik,” tegasnya.

Irfan Maftuh juga menanggapi kedatangan Achmad Fauzi yang berkunjung ke Pagerungan Kecil untuk berkampanye. Ia menyatakan bahwa Fauzi seharusnya merasa malu datang ke daerah kelahirannya, mengingat selama menjabat sebagai Bupati Sumenep, Fauzi belum pernah mengunjungi Pagerungan Kecil.

“(Fauzi) Selama menjabat sebagai Bupati Sumenep tidak pernah sama sekali datang dan tidak pernah mau tahu terhadap kondisi warga di Pagerungan Kecil yang masih merasakan ketertinggalan dalam pendidikan, perekonomian, dan lampu penerangan,” ungkap Maftuh.

Dengan pernyataan ini, Irfan Maftuh berharap agar masyarakat lebih kritis dan bijak dalam memilih pemimpin yang benar-benar peduli terhadap nasib mereka, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Pagerungan Kecil. [Dizie/Vospol]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *