JAKARTA, Vospol.com – Harga emas dunia menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada perdagangan pagi ini, setelah mengalami penurunan selama tiga hari berturut-turut.
Pada Jumat (2/5/2025) pukul 06:13 WIB, harga emas di pasar spot tercatat naik sebesar 0,3% ke level US$ 3.237,6 per troy ons, dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Sehari sebelumnya, harga emas anjlok cukup dalam. Saat penutupan, harga logam mulia ini turun 1,38% dan ditutup di posisi US$ 3.227,8 per troy ons. Dengan penurunan tersebut, harga emas tercatat telah terkoreksi selama tiga hari berturut-turut, dengan total penurunan sebesar 3,29%.
Sentimen Negosiasi Tarif AS Pengaruhi Pasar
Tekanan pada harga emas belakangan ini dipicu oleh dinamika kebijakan ekonomi di Amerika Serikat. Fokus pelaku pasar masih tertuju pada perkembangan kebijakan tarif bea masuk impor yang digagas Presiden Donald Trump.
Namun situasi mulai menunjukkan perkembangan yang lebih positif. Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, Kevin Hasset, menyatakan bahwa pemerintah AS telah mencapai kemajuan dalam negosiasi tarif dengan berbagai negara.
“Hasilnya akan segera diumumkan,” ungkap Hasset.
Apabila Amerika Serikat, sebagai ekonomi terbesar dunia, berhasil mencapai kesepakatan perdagangan dengan sejumlah negara, maka arus perdagangan global diperkirakan akan kembali lancar. Hal ini membuka harapan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik.
Dalam situasi ekonomi yang stabil dan prospektif, investor cenderung beralih dari aset safe haven seperti emas ke aset berisiko yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi dalam jangka pendek, seperti saham.
Sebagai catatan, indeks S&P 500 di bursa saham New York mencatat penguatan selama delapan hari berturut-turut sejak 23 April hingga 1 Mei. Ini merupakan rangkaian penguatan terpanjang sejak Agustus tahun lalu.
Analisis Teknikal: Emas Masih di Zona Bullish
Lalu, bagaimana prospek pergerakan harga emas hari ini?
Secara teknikal, dalam kerangka waktu harian (daily time frame), harga emas masih berada di zona bullish. Hal ini tercermin dari nilai Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 52,79. Meskipun masih di atas 50—yang menandakan kecenderungan bullish—namun posisinya yang mendekati angka netral menunjukkan kehati-hatian pelaku pasar.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI telah menyentuh level 0, yang mengindikasikan kondisi jenuh jual (oversold) dan berpotensi menjadi sinyal pembalikan arah ke atas.
Dengan demikian, peluang kenaikan harga emas cukup terbuka hari ini. Para pelaku pasar disarankan untuk mencermati titik pivot point di level US$ 3.297 per troy ons.
Jika level tersebut berhasil ditembus, maka harga emas berpotensi menguji level resistensi pertama di US$ 3.301 per troy ons, yang merupakan rata-rata pergerakan (Moving Average/MA) 5 harian. Apabila berhasil menembusnya, target berikutnya berada di MA-10 pada kisaran US$ 3.328 per troy ons.
Adapun level support terdekat berada di US$ 3.232 per troy ons. Jika harga menembus level ini ke bawah, maka ada risiko pelemahan lanjutan menuju level US$ 3.197 per troy ons.









