BANGKA BELITUNG, Vospol.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi momen mengejutkan bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dua kader mereka, Maulan Aklil dan Masugus Hakim, yang maju sebagai calon wali kota dan wakil wali kota Pangkalpinang, serta pasangan Mulkan dan Ramadian di Kabupaten Bangka, kalah dari kotak kosong.
Ketua DPD PDIP Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, mengakui bahwa hasil ini merupakan pukulan berat bagi partainya.
“Saya rasa ini merupakan pukulan bagi kami sebagai kader PDI Perjuangan. Namun, dalam hal ini, kami tidak bisa menyalahkan siapa pun,” ujar Didit dalam wawancara pada Jumat (29/11).
Di Pangkalpinang, PDIP berkoalisi dengan sejumlah partai besar, seperti Golkar, Gerindra, NasDem, PKB, PPP, Perindo, PKS, dan PAN. Sementara di Kabupaten Bangka, dukungan juga datang dari PKS, Golkar, dan PPP. Meskipun demikian, hasil akhir tetap mengecewakan.
“Kita tidak bisa menyalahkan partai pengusung atau pendukung. Mereka sudah bergerak semaksimal mungkin, begitu juga para calon. Namun, inilah hasil demokrasi,” lanjutnya.
Meski kalah, Didit menaruh harapan pada Pilkada ulang yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025.
“Kita berharap Pak Maulan Aklil dan Pak Mulkan tetap semangat. Masih ada kesempatan pada Pilkada ulang nanti,” imbuh Didit.
Sebagai langkah evaluasi, DPD PDIP Bangka Belitung akan memanggil pengurus DPC Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka pada 1 Desember mendatang.
“Kami ingin mempertanyakan penyebab kekalahan dan melakukan evaluasi mendalam,” tutup Didit.
Dengan kekalahan ini, PDIP dihadapkan pada tantangan besar untuk memperbaiki strategi dan memperkuat konsolidasi menjelang Pilkada selanjutnya. [zie/vospol]










