JAKARTA, Vospol.com – Analisis Rustam Ibrahim mengungkapkan bahwa usulan PSI agar Presiden Joko Widodo memimpin koalisi besar setelah masa jabatannya berakhir menunjukkan ketergantungan kuat PSI pada Jokowi.
Menurutnya, PSI khawatir Jokowi tidak akan memiliki peran signifikan dalam politik nasional pasca 20 Oktober 2024, terutama jika PSI tidak berhasil masuk ke Senayan.
“PSI sepertinya sangat kuatir, Jokowi tidak dapat tempat dalam perpolitikan nasional setelah 20 Oktober 2024,” kata Rustam dalam keterangannya pada Selasa (12/3/2024).
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, mengusulkan agar Jokowi memimpin koalisi partai politik dengan visi serupa setelah meninggalkan jabatan presiden. PSI berharap Jokowi tetap memiliki peran penting di atas partai politik.
“Saya pikir ide bagus juga, Pak Jokowi mungkin bisa jadi ketua dari koalisi partai-partai, semacam barisan nasional, partai-partai mau melanjutkan atau punya visi yang sama menuju Indonesia emas,” kata Grace.
Grace menilai Jokowi sebagai sosok yang mampu menyatukan berbagai kepentingan partai politik. “Saya pikir tidak banyak orang yang bersedia menerima peran tersebut, dan hari ini saya pikir Pak Jokowi adalah satu-satunya orang,” ujarnya. [Dizie]










